Wisata Selam Berau Disiapkan Berstandar Profesional, Disbudpar Berau: “Destinasi Bisa Dijual, Tapi SDM Tak Bisa Instan”

img


POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Laut Berau menyimpan pesona yang tak habis dipandang. Terumbu karang yang sehat, biota laut yang beragam, serta perairan yang relatif tenang menjadikan wilayah ini sebagai salah satu mutiara wisata maritim di Kalimantan Timur. Namun, keindahan saja dinilai belum cukup untuk membawa Berau naik kelas sebagai destinasi selam unggulan.

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kini menaruh perhatian serius pada kesiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya pemandu selam bersertifikasi. Sebab, wisata bawah laut bukan hanya soal panorama, tetapi juga keselamatan dan profesionalitas layanan.

 

Salah satu kawasan yang tengah dilirik potensinya adalah Pulau Kaniungan Besar di Kecamatan Biduk-Biduk. Terletak di ujung selatan Berau, pulau ini menawarkan keunikan lanskap darat dan laut sekaligus—perbukitan hijau yang berpadu dengan keindahan terumbu karang yang masih alami.

 

Sayangnya, potensi tersebut belum sepenuhnya ditopang oleh ketersediaan pemandu selam yang kompeten. Padahal, diving guide memiliki peran krusial dalam mendampingi wisatawan, memastikan prosedur keselamatan, serta menjaga ekosistem bawah laut tetap lestari.

 

Kepala Bidang Pengembangan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Samsiah Nawir, mengakui bahwa hingga kini wilayah Biduk-Biduk belum memiliki pemandu selam bersertifikasi dalam jumlah memadai.

 

“Sudah ada beberapa yang memiliki sertifikasi divemaster, tetapi masih sangat terbatas dan mayoritas berada di kawasan Maratua dan Derawan,” ungkapnya.

 

Menurut Samsiah, seiring dengan pengembangan destinasi wisata maritim yang semakin merata, kebutuhan akan pemandu selam bersertifikasi menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Untuk itu, Disbudpar Berau berencana melakukan koordinasi lintas pihak guna menyiapkan SDM penyelaman di kawasan Biduk-Biduk dan sekitarnya.

 

Namun, ia menegaskan bahwa proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Menjadi pemandu selam profesional membutuhkan tahapan panjang, mulai dari seleksi, pelatihan teknis, hingga uji kompetensi sesuai standar keselamatan penyelaman.

 

“Sekarang sertifikasi diving tidak bisa lagi dilakukan di daerah. Kewenangannya sudah ditarik ke Provinsi Kalimantan Timur,” jelas Samsiah.

 

Dengan sistem tersebut, para calon pemandu selam wajib mengikuti pelatihan dan proses sertifikasi resmi di tingkat provinsi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memberikan jaminan keselamatan bagi wisatawan.


Disbudpar Berau menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi utama sebelum destinasi dipromosikan secara masif. Tanpa pemandu selam yang andal dan tersertifikasi, potensi wisata bawah laut dikhawatirkan tidak dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

 

“Destinasinya bisa indah, tapi kalau SDM-nya belum siap, itu berisiko. Prinsip kami jelas, sebelum menjual wisata, SDM harus dipersiapkan dulu,” tegasnya.

 

Melalui langkah ini, Berau diharapkan tidak hanya dikenal karena keindahan lautnya, tetapi juga sebagai destinasi wisata maritim yang aman, profesional, dan berstandar tinggi di Kalimantan Timur. (sep/FN)